kopi hitam dalam gerumulan
kemenyan dan jampi-jampi
malapetaka pecah
kampung dalam siaga
sekawanan anjing melolong seperti pertanda
hantu-hantu merasuki penduduk
mengamuk menikam apa saja yang didekatnya
dukun tua terus bermantera menatap purnama
laki perempuan, anak-anak, orang tua
melingkar takjub khusuk
mayat kurus sudah berjatuhan
terus menunggu giliran
dukun tua terus memuja langit
meminta angin bawakan penangkal
bala ini sudah banyak memakan korban
sawah kering, padi panen sebelum kuning
ternak mati kehausan


..ouhhhh...raja langit
kau jatuhkan kami bala
kami sudah korbankan nyawa nyawa
turunkan penawarnya...

dan jakarta
istana
dari sana letak pengirim bala
duduk tenang menumpuk harta
ya...



in
260909



Share/Bookmark