ia bagai suluh dalam rongga jiwaku yang gulita

padanya aku ditundukan

raga bergetar

congkak ku padam luluh bisu tak bersuara


naluri sumbang

antara benar atau salah

petuah digubris akal picik

galauku jadi hantu malam

menggelendot kemana kaki melangkah

jiwa dikubur segunung tanya

jeritan itu terekam dalam bebal otak besarku

kemana aku harus ikut

bergabung dengan mereka

yang pasti terpenuhi semua yang ku mau

uang dan segenggam kekuasaan

aahh..

atau aku harus ke sisi ini

yang miskin dan tak menentu antara hari ini dan hari depan

aku lahir dari rahim revolusi

ia kemiskinan adalah ibu kandung sebuah perubahan

aku kan disini setia pada ibu dan revolusi


inu,rawa belong 11/11/09



Share/Bookmark